Setelah melewati kekacauan, keberuntungan, kesabaran, dan kebingungan, FPL musim 2020/2021 resmi berakhir. Tanpa mengurangi rasa terima kasih kepada puluhan pemain yang saya miliki selama satu musim penuh, saya ingin membuat tulisan spesial untuk Sadio Mane.
Meski musim ini saya hanya memilikinya satu GW saja, tapi ia berhasil memberi kesan bagi saya. Ya, saya baru saja mengambil Mane pada GW 38 sekaligus memasang ban kapten di namanya. Sebuah keputusan aneh, penuh risiko, namun saya cukup menikmatinya.
Sebelum deadline GW 38, dunia per-FPL-an sungguh berisik di timeline. Lebih dari biasanya. Pemilihan kapten selalu menjadi topik utama yang menyenangkan untuk dibahas. Setelah bermain aman selama 37 pekan, saya akhirnya memberanikan diri melakukan hal asing. Mempercayakan ban kapten kepada pemain yang baru pertama kali saya punya dan sedang menjalani peforma kurang menguntungkan di musim ini.
Alasan saya memilih kapten pembeda pada GW 38 ini selain lawannya Crystal Palace yang sedang buruk di area kiri pertahanan dan rekor pertemuan kapten saya yang cukup baik adalah karena saya ingin mengangkat posisi rank. Sesederhana itu.
Meski sempat masuk top 4k di pertengahan musim, tidak stabilnya tim selama putaran kedua memaksa tim saya terlempar hingga rank 50k. Pada GW 37 kemarin tim saya berada di rank 20k, dengan keputusan yang saya punya akhirnya terjadilah pemilihan kapten pembeda ini. Jika saya masih di rank 10k, mungkin pengalaman menarik ini tidak pernah saya rasakan.
Akhirnya, 32 poin dari Sadio Mane berhasil mengangkat posisi saya ke rank 13k. Jika ditanya senang apa tidak? Saya akan tegas menjawab senang. Yang pasti pemilihan keputusan ini sungguh mengesankan.
Saya rasa sebagian besar manajer FPL pernah melakukan keputusan seperti saya di atas, jika kamu belum pernah melakukannya, saya sarankan untuk mencobanya. Tapi jangan lupakan timing eksekusi dan keikhlasan untuk menerima apapun hasilnya.
Percayalah keputusan aneh dalam bermain FPL akan sulit terlupakan.
Yesss..keputusan untuk mempertahankan Mane tanpa pernah mengganti dgn oemain lain jugabyg melempar tim saya ke peringkat jutaaan musim lalu..what a decision it was
ReplyDelete