Langit mendung memang menyeramkan, namun awan hitam itu akan berlalu. Entah dalam waktu lama atau bisa juga dalam sekejap. Setelah menjalani pekan lalu yang cukup kelabu, pekan ini berubah cerah. Langit terlihat indah. Bahkan hingga terlihat lengkungan pelangi. Ejaannya bukan mejikuhibiniu, melainkan bryanmbeumo. Pekan ini, tim saya sedang beruntung. Turun dengan formasi 3-4-3 akibat Morgan Rogers sedang dihukum larangan bermain karena akumulasi kartu kuning. 4 dari 7 pemain penyerang mendapatkan hadiah penalti, bahkan Raul Jimenez bak mendapatkan durian runtuh karena dalam satu pertandingan, Fulham mendapatkan 2 kali penalti -keduanya dieksekusi olehnya-. Ada cerita menarik saat saya menonton laga Fulham vs Ipswich ini. Tepatnya di menit ke 63 saat Rodrigo Muniz sedang bersiap di pinggir lapangan. Prediksi saya, hampir 90% dia pasti akan mengganti Raul Jimenez. Pasalnya saat itu, Fulham sedang dalam posisi tertinggal 1 gol dari tim tamu. Namun prediksi saya itu dimentahkan oleh M...
Selama kurang lebih 8 musim bermain FPL, pekan ke 19 musim ini mungkin jadi salah satu momen yang sulit saya lupakan. Apakah perihal capain kapten haul? Hmm, rasanya ini sudah mainstream di komunitas FPL. Apakah tentang prestasi tiga digit poin keseluruhan dalam sepekan? Sepertinya terdengar sulit saya raih. Lantas momen apa yang terjadi di pekan ke 19 ini? Ya, deadline pekan ke 19 dijadwalkan pukul 20.00 WIB pada hari senin, 27 Desember 2024. Masih masuk di rentetan jadwal padat akhir tahun. Setengah jam sebelum deadline, saya sudah siap mengatur tim. Indera pengelihatan saya menatap layar gawai. Membuka dua aplikasi, Google Chrome untuk setting tim dan X untuk mendapatkan informasi terbaru. Lantas, apa yang membuat saya melakukan transfer mendekati deadline? Absennya Bruno Fernandes adalah faktor utamanya. Keputusan transfer mendekati deadline ini saya ambil karena saya masih berada di dua pilihan. Pertama, ingin bermain agresif dengan pilihan mengganti Bruno ke Rogers dan upgrad...