Skip to main content

Mengawali Musim Tanpa Alexander Isak

Setelah menunggu hampir 3 bulan, FPL kembali hadir menyapa penggemarnya. Geliatnya sudah terasa, terutama di media sosial X ~tempat paling recommended buat mengonsumsi konten FPL~.

Beragam tangkapan layar draft saling bertaburan. Menambah suasana riuh untuk segera menyambut FPL. Ada yang fleksibel dengan 1 premium (antara Haaland/Salah), ada yang terlihat ideal dengan 2 premium (Haaland dan Salah), juga ada yang lebih tertarik mencoba dengan 3 premium (Haaland, Salah, dan Mid 10+).

Semua tergantung dengan selera, rencana, dan karakter bermain. Tidak ada yang salah dan benar, yang ada adalah efektif di waktu yang tepat atau tidak.

Sebagai manajer FPL, proses nge-draft adalah salah satu proses tricky yang cukup menyenangkan. Merombak semua pemain sesuka hati. Menyusun kepingan puzzle.

Dari ratusan draft yang muncul di tab for you akun X, mayoritas memiliki Alexander Isak (£8.5). Fokus saya beralih ke sini. Muncul pertanyaan apakah Isak adalah aset yang wajib dimiliki untuk mengawali musim? Takutnya, Isak menjadi blind spot saya secara subjektif.

Dari situ saya mencari tau tentang Isak dan Newcastle. Melihat jadwal serta performa individu dan tim di pra-musim.

Pertama saya mencari tau alasan manajer yang memilih Isak. Saya mengumpulkan informasi dengan cara tanya ke manajer langsung, membaca artikel dari website kreator FPL, hingga stalking ke forum diskusi X. Dari beragam alasan, saya merangkum beberapa alasan utamanya.

Ada yang memilih Isak karena jadwalnya di awal musim, performanya di pra-musim, mengakali switch ke Watkins, mengakomodir skuad balance, penendang penalti dan faktor xMins yang aman, hingga prediksi Newcastle akan kembali ke performa 2 musim lalu karena tidak bermain di kompetisi Eropa.

Dari performa pra-musim secara individu dan tim memang oke, namun saya ada sedikit kejanggalan ketika melihat jadwal Newcastle yang saya rasa juga memengaruhi performa Isak.

Jadwal Newcastle (6 pekan pertama):

GW 1: SOU

GW 2: bou

GW 3: TOT

GW 4: wol

GW 5: ful

GW 6: MCI

Kenapa saya melihat ada kejanggalan? Karena saya masih cukup kepikiran dengan performa Newcastle musim lalu ketika melakoni laga tandang. 

Dari 6 laga awal musim, Newcastle main kandang melawan Southampton, Spurs, dan Man. City yang mana dari 3 laga kandang ini saya merasa hanya melawan Southampton saja yang mudah. Sedangkan untuk laga tandangnya melawan Bournemouth, Wolves, dan Fulham.

Tricky-nya di sini, jadwal yang terbilang mudah justru saat Newcastle melakoni laga tandang. Dengan history laga tandang yang kurang mengesankan musim lalu, ini salah satu alasan utama saya untuk tidak mengambil Isak. Bahkan musim ini saya berencana untuk memulai tanpa aset Newcastle.


Comments