Skip to main content

Minus Transfer Itu Banyak Ruginya

Tidak dapat dimungkiri, transfer pemain adalah entitas dasar bermain FPL, karena setiap perpindahan pemain akan memengaruhi setiap keputusan di skuad. Sakral. Satu strip di bawah pemilihan kapten.

Alasan saya tidak sekali pun mengambil minus poin transfer hingga GW 8 ini hanya satu: Pemain di skuad masih bisa saling back up poin setiap pekan.

Sering membeli pemain bandwagon dengan iming-iming kenaikan team value tidak sepenuhnya baik, terkadang justru akan mengurangi keseimbangan skuad dan berujung dengan pengambilan keputusan yang salah.

Belum lagi jika kita sudah memiliki strategi untuk beberapa GW selanjutnya. Tingginya keinginan membeli pemain baru dapat mengganggu rencana dan strategi yang sudah kita disiapkan. Sesuai strategi harusnya transfer pemain X, hanya karena keinginan akhirnya transfer pemain Y.

Saya punya pengalaman buruk membeli pemain baru hingga mengambil minus poin. Tujuannya untuk mendapatkan hasil bagus setiap pekannya. Seperti boomerang, keputusan itu justru membubarkan beberapa rencana yang sudah saya susun sebelumnya. Skuad menjadi tidak ada tujuan. Ambyar.

Pemain X bagus di GW kemarin langsung diambil, pemain Y jadwalnya bagus juga langsung diangkut. Hanya untuk memuaskan keinginan mendapatkan poin bagus di setiap GW-nya. Saya baru menyadari setiap perpindahan pemain tersebut hanyalah sebuah keinginan. Bukan berdasarkan kebutuhan.

Setiap tim memiliki kebutuhan yang berbeda. Sedangkan mengambil pemain hingga minus setiap pekan saya rasa bukan suatu kebutuhan. Kecuali jika tim memang sudah parah. Adanya pemain yang mengalami cidera panjang, keluar dari EPL, hingga terpapar covid-19.

Jangan sampai kebutuhan tim dikalahkan oleh keinginan, karena secara bersamaan 2 kepastian bermain FPL telah terlupakan.

1. Sabar
2. Tidak mungkin memiliki pemain yang poinnya bagus terus setiap pekan

Comments