Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita

#JayArsip Pekan ke 20

Langit mendung memang menyeramkan, namun awan hitam itu akan berlalu. Entah dalam waktu lama atau bisa juga dalam sekejap. Setelah menjalani pekan lalu yang cukup kelabu, pekan ini berubah cerah. Langit terlihat indah. Bahkan hingga terlihat lengkungan pelangi. Ejaannya bukan mejikuhibiniu, melainkan bryanmbeumo. Pekan ini, tim saya sedang beruntung. Turun dengan formasi 3-4-3 akibat Morgan Rogers sedang dihukum larangan bermain karena akumulasi kartu kuning. 4 dari 7 pemain penyerang mendapatkan hadiah penalti, bahkan Raul Jimenez bak mendapatkan durian runtuh karena dalam satu pertandingan, Fulham mendapatkan 2 kali penalti -keduanya dieksekusi olehnya-. Ada cerita menarik saat saya menonton laga Fulham vs Ipswich ini.  Tepatnya di menit ke 63 saat Rodrigo Muniz sedang bersiap di pinggir lapangan. Prediksi saya, hampir 90% dia pasti akan mengganti Raul Jimenez. Pasalnya saat itu, Fulham sedang dalam posisi tertinggal 1 gol dari tim tamu. Namun prediksi saya itu dimentahkan oleh M...

#JayArsip Pekan ke 19

Selama kurang lebih 8 musim bermain FPL, pekan ke 19 musim ini mungkin jadi salah satu momen yang sulit saya lupakan. Apakah perihal capain kapten haul? Hmm, rasanya ini sudah mainstream di komunitas FPL. Apakah tentang prestasi tiga digit poin keseluruhan dalam sepekan? Sepertinya terdengar sulit saya raih. Lantas momen apa yang terjadi di pekan ke 19 ini? Ya, deadline pekan ke 19 dijadwalkan pukul 20.00 WIB pada hari senin, 27 Desember 2024. Masih masuk di rentetan jadwal padat akhir tahun. Setengah jam sebelum deadline, saya sudah siap mengatur tim. Indera pengelihatan saya menatap layar gawai. Membuka dua aplikasi, Google Chrome untuk setting tim dan X untuk mendapatkan informasi terbaru. Lantas, apa yang membuat saya melakukan transfer mendekati deadline? Absennya Bruno Fernandes adalah faktor utamanya. Keputusan transfer mendekati deadline ini saya ambil karena saya masih berada di dua pilihan. Pertama, ingin bermain agresif dengan pilihan mengganti Bruno ke Rogers dan upgrad...

#JayArsip Pekan ke 18

Tengah malam tadi, Surabaya tidak terlalu dingin dibandingkan dua hari belakangan, jauh berbeda dengan suhu di Stadion Molineux, kandang Wolverhampton Wanderers. Menukil website resmi The Wanderers sesaat sebelum menjamu The Red Devils, diperkiraan suhu saat pertandingan berlangsung di kisaran 10 derajat celcius. Namun, saat pertandingan babak ke dua baru berjalan 1 menit, pengadil lapangan Tony Harrington mengonfirmasi jika suhu di Stadion berkapasitas 32 ribu kursi itu berubah drastis menyentuh angka -2. Bahkan, performa Matheus Cunha yang sedang on fire pun tidak berhasil menghangatkan suhu di sana. Penonton di Molineux kedinginan, saya di Surabaya merasakan kekecewaan.

Ketika Ngide Kapten Selain Haaland dan Salah

FPL musim 2023-2024 sudah berjalan 3 pekan. Saya sedikit mengevaluasi hal yang sudah terjadi di tim saya. Salah satu hal yang cukup membuat saya menyesal adalah keputusan ngide memberi ban kapten kepada Saka di gameweek 3 kemarin. Berikut history pemilihan kapten saya: Gameweek 1: Salah (28 poin) Gameweek 2: Salah (20 poin) Gameweek 3: Saka (12 poin) Dari data di atas, pemilihan kapten saya sebetulnya tidak terlalu buruk karena dari 3 gameweek berjalan tidak ada yang blank. Namun, jika saya lebih cermat, seharusnya saya bisa mendapatkan hasil lebih dari ini. Lewati dulu gameweek 1 karena pemilihan kapten Salah menjadi pilihan terbaik di pekan itu. Alih-alih ingin mengulangi keberuntungan di gameweek 1, saya kembali mempercayakan Salah untuk menahkodai tim saya di gameweek 2. Hasilnya cukup bagus dengan perolehan 20 poin. Kenapa poin sebanyak itu saya bilang cukup baik? Karena di pekan yang sama Haaland mencatat 17 poin (34 poin jika dikaptenkan). Dari keputusan ini saya rugi 7 poin. Ti...

Mengawali Musim Tanpa Alexander Isak

Setelah menunggu hampir 3 bulan, FPL kembali hadir menyapa penggemarnya. Geliatnya sudah terasa, terutama di media sosial X ~tempat paling recommended buat mengonsumsi konten FPL~. Beragam tangkapan layar draft saling bertaburan. Menambah suasana riuh untuk segera menyambut FPL. Ada yang fleksibel dengan 1 premium (antara Haaland/Salah), ada yang terlihat ideal dengan 2 premium (Haaland dan Salah), juga ada yang lebih tertarik mencoba dengan 3 premium (Haaland, Salah, dan Mid 10+). Semua tergantung dengan selera, rencana, dan karakter bermain. Tidak ada yang salah dan benar, yang ada adalah efektif di waktu yang tepat atau tidak. Sebagai manajer FPL, proses nge-draft adalah salah satu proses tricky yang cukup menyenangkan. Merombak semua pemain sesuka hati. Menyusun kepingan puzzle. Dari ratusan draft yang muncul di tab for you akun X, mayoritas memiliki Alexander Isak (£8.5). Fokus saya beralih ke sini. Muncul pertanyaan apakah Isak adalah aset yang wajib dimiliki untuk mengawali m...

Kembali ke BRFI Bersama Jarang Kalah Team

Setelah satu musim hiatus dari kompetisi antar grup manajer di ajang Battle Royal FPL Indonesia (BRFI), saya memutuskan kembali. Berawal dari tawaran salah satu manajer dari Twitter yang mengajak saya untuk bergabung ke timnya. Musim ini saya resmi bergabung ke Jarang Kalah Team (JKT), tim kuda hitam juara BRFI 2 yang secara otomatis promosi dan berlaga di BRFI 1 musim ini. Alasan saya kembali ke kompetisi ini adalah tugas saya sebagai volunteer desain grafis di BRFI juga sudah usai. Jadi, secara status saya sudah free dan bisa menjajal kembali kompetisi penuh gengsi ini. Harapan saya, semoga dengan masuk di JKT dapat memberikan kontribusi positif kepada tim dan untuk menambah relasi dalam bermain gim ini. Terima kasih JKT sudah mempercayakan satu slot-nya untuk saya. Mari bersenang-senang.

Seberapa Penting Pemain Pembeda?

Susah payah mendapat panah hijau namun peringkat hanya naik sedikit? Bosan berada di rank segitu saja? Ingin mencoba hal yang lebih menantang? Sepertinya kamu sedang butuh pemain pembeda. Seberapa penting pemain pembeda? Sejatinya memang tidak ada kewajiban untuk memiliki pemain pembeda dalam bermain FPL. Namun, jika punya, sebuah tim akan terlihat istimewa. Setidaknya di mata saya. Tidak ada rumus baku untuk melabeli pemain pembeda di FPL. Namun secara umum jumlah kepemilikan (TSB) di bawah 10% masuk ke dalam kategori ini. Tidak sama dengan TSB di bawah 5% karena masuk ke dalam kategori pemain kepemilikan rendah. Jadi dapat disimpulkan jika pemain pembeda ada pada sekitar TSB 5,1% - 9,9%. Sekali lagi, angka ini belum pasti. Memasuki #GW10, line up mulai terlihat beberapa kesamaan. Pemain yang konsisten mendulang poin mulai laris di pasar transfer, sedangkan pemain seret poin perlahan ditinggalkan. Hasilnya adalah line up template berisi pemain kepemilikan tinggi yang membosankan. J...

Minus Transfer Itu Banyak Ruginya

Tidak dapat dimungkiri, transfer pemain adalah entitas dasar bermain FPL, karena setiap perpindahan pemain akan memengaruhi setiap keputusan di skuad. Sakral. Satu strip di bawah pemilihan kapten. Alasan saya tidak sekali pun mengambil minus poin transfer hingga GW 8 ini hanya satu: Pemain di skuad masih bisa saling back up poin setiap pekan. Sering membeli pemain bandwagon dengan iming-iming kenaikan team value tidak sepenuhnya baik, terkadang justru akan mengurangi keseimbangan skuad dan berujung dengan pengambilan keputusan yang salah. Belum lagi jika kita sudah memiliki strategi untuk beberapa GW selanjutnya. Tingginya keinginan membeli pemain baru dapat mengganggu rencana dan strategi yang sudah kita disiapkan. Sesuai strategi harusnya transfer pemain X, hanya karena keinginan akhirnya transfer pemain Y. Saya punya pengalaman buruk membeli pemain baru hingga mengambil minus poin. Tujuannya untuk mendapatkan hasil bagus setiap pekannya. Seperti boomerang, keputusan itu justru membu...